pesan terakhir

Posted: February 29, 2012 in sebuah puisi
Tags: ,

waktulah yang mengobati luka, waktu juga yang membuat kita lupa.

tidak selamanya karena “sesuatu” itu tersimpan terus pada “kotak harta karun waktu yang lalu”

dan bisa kita buka dimasa mendatang.

saya juga ngga pernah lupa pada masa lalu,

kadang saya juga membuka kembali ingatan itu tapi bukan untuk disesali.

justu bersyukur telah “melepas” mereka hingga mendapatkan yang terbaik.

suatu saat kamu akan mensyukuri telah “melepasnya”.

sekarang biar waktu yang bicara, mengobati luka..

memang menyakitkan tapi Tuhan pasti punya  rencana.

Semoga kamu bahagia bersamanya..

from MA..

Read the rest of this entry »

posting posting…

karena bingung mau posting apa, akhirnya posting tugas kuliah deh😀

sekedar berbagi tulisan saja berdasarkan pemikiranku, hmm mungkin bisa bermanfaat ya.

 

Menjadi Guru PAUD yang Profesional serta Berkarakter Kuat dan Cerdas

Pada era globalisasi saat ini, menjadi calon guru PAUD sudah cukup banyak digemari oleh calon mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah. Karena peluang kerja untuk menjadi guru TK sangatlah besar. Mengingat akhir-akhir ini Pemerintah Indonesia sedang menerapkan sistem pendidikan yang baru yang mewajibkan seluruh anak di Indonesia harus menempuh pendidikan di Taman Kanak-Kanak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya yaitu Sekolah Dasar. Pemerintah Indonesia baru menyadari pentingnya pendidikan di TK karena TK merupakan pondasi bagi anak-anak untuk menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi serta karakter yang kuat.
Karena pentingnya pendidikan pada menjelang akhir masa balita anak, yaitu dari usia 3 hingga 6 tahun, maka diperlukan juga tenaga pendidik yang profesional. Karena pada usia tersebut, anak berada dalam usia emasnya yaitu berada dalam puncaknya perkembangan kecerdasan anak. Kecerdasan tidak hanya dilihat dari segi intelektualnya, namun dari semua jenis kecerdasan yang ada. Dan bahkan Gardner mengemukakan ada 7 jenis kecerdasan yang ada yaitu kecerdasan spasial, kecerdasan bahasa, kecerdasan logis matematis, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal. Dalam tulisan ini, saya tidak menekankan pada deskripsi dan cara pengembangan masing-masing kecerdasan tersebut. Yang saya tekankan adalah bagaimana caranya untuk menjadi guru PAUD yang profesional serta berkarakter kuat dan cerdas. Lantas bagaimanakah caranya?

Read the rest of this entry »

Welcome Back..!!!

Posted: February 19, 2012 in tentang kehidupan

fiuhh akhirnya setelah berbulan-bulan gag pernah ngeblog.. kangen juga pengen nulis postingan.

kuliah benar2 menguras tenaga. IP semestes 3 kemarin turun 0,09..!! Tp yg pastinya juga pengalaman organisasiku meningkat. Sudah sewajarnya kan dalam kehidupan ini, kita kekurangan sesuatu namun di sisi lain kita mendapatkan lebih dari sesuatu yang lain. Dari mendapatkan tanggung jawab menjadi bendahara umum di HMP Prodi tempatku kuliah, periode ini aku dipindah menjadi SekJend. Tanggung jawab yang cukup berat mengingat SekJend adalah second leader dari sebuah organisasi. Tapi tak apa lah, aku terima tantangan itu dan aku berharap aku bisa mengatasinya.!!

Yosh, GANBATTE KUDASAI..!!! \^o^/

Semester ini, mulai beraaaattt mengingat semua MK yang diambil materinya beraaat =…=

Belum lagi di HMP sudah mulai banyak agenda. =….=

Aku harus pandai memanajemen waktuku.

ayoo SEMANGAT..!!

apa itu sahabat?

apa itu arti dari persahabatan?

bukankah sahabat itu harus saling mengerti?

bukankah sahabat itu tak hanya ingin di mengerti?? Read the rest of this entry »

ada beberapa lagu yang aku suka dari segi musik dan syairnya. aku ga pernah bosen tuk dengerin lagu2 tersebut..

1. Dido-Don’t Leave Home

Like a ghost don’t need a key
Your best friend I’ve come to be
Please don’t think of getting up for me
You don’t even need to speak
When I’ve been here for just one day
You’ll already miss me if I go away
So close the blinds and shut the door
You won’t need other friends anymore

Oh don’t leave home, oh don’t leave home

If you’re cold I’ll keep you warm
If you’re low just hold on
Cause I will be your safety
Oh don’t leave home

I arrived when you were weak
I’ll make you weaker, like a child
Now all your love you give to me

When your heart is all I need

Oh don’t leave home, oh don’t leave home

If you’re cold I’ll keep you warm
If you’re low just hold on
Cause I will be your safety
Oh don’t leave home

Oh how quiet, quiet the world can be
When it’s just you and little me
Everything is clear and everything is new
So you won’t be leaving will you

Oh don’t leave home, oh don’t leave home

If you’re cold I’ll keep you warm
If you’re low just hold on
Cause I will be your safety
Oh don’t leave home

Read the rest of this entry »

pesan untuk sahabat

Posted: June 11, 2011 in sebuah puisi

Wahai sahabat

Lekaslah engkau bangkit

Janganlah kau terpuruk terlalu dalam

Bukalah pikiranmu

Bukalah matamu

Lihatlah siapa yang baik untukmu

Dan siapa yang tidak baik untukmu

 

Wahai sahabat

Aku pun merasakan sakit yang kau rasakan

Kegundahan hatimu mengiris hatiku

Engkau menangis aku pun menangis

Lekaslah gali kembali semangatmu

Tinggalkanlah dia yang telah menyakitimu

Aku akan selalu di sampingmu

Karena aku sahabatmu

Read the rest of this entry »

Muslimah sejati akan menghiasi kepribadiannya dengan budi pekerti yang luhur dan keimanan yang murni. Fitrah kasih sayang tersimpan dalam perasaannya yang halus, sehingga membuahkan kelembutan dan kehalusan perasaan insaniah. Jika senantiasa dijaga dengan didikan syariah, mereka akan menghiasi taman syurgawi di akhirat nanti.

Muslimah shalihah berpegang teguh dengan ajaran islam dan menghiasi bibirnya dengan perkataan yang mulia dan berdzikir. Hatinya tunduk dan patuh dengan perintah Allah dan menjalankan kewajiban insane sesuai dengan ketentuanNya. Muslimah sejati bagaikan bunga yang mekar menguntum menceriakan suasana dan taman-taman.
Betapapun cobaan dan ujian yang mesti ditempuh, namun kebulatan tekad menyatukan kembali hasrat kebenaran di dalam nurani. Ketaatannya menyejukkan kalbu, bagaikan titisan embun di pagi yang dingin sehingga menjadi suri teladan generasi yang akan datang.
–taken from Mutiara Amaly–